Rabu, 11 November 2009

Dia dan Dia dan Aku dan Mereka


Emosi baca salah satu artikel d Kompas

Kenapa neLayan-nelayan itu begitu nekad pake'cara yg sama sekali nggak Ramah Lingkungan

Bayangkan! Sampai terumbu karang menjadi hanya serpihan

Mereka pakai cara kekerasan

Mereka bahkan nggak mikir dampaknya

Buat mereka sendiri Loh (kasarnya)

Emang alam nggak bisa murka?!

Gawat aja kalo ombaknya sampai ke rumah mereka

Harus bersujud ribuan kali baru bisa menghapus air mata

Terumbu karang itu buat pemecahnya

Tapi qo'di hancurkan seenak udel nya?!

Terumbu karang tempat ikan-ikan berada

Rumah mereka

Qo'malah dibabat habis sampai tiada

Hiks.. *meraung dalam tangis pilu*

Kenapa wahai manusia??

Sudah cukup kau lukai aku..

Kuberi apa yg kau mau..

Kucukupi apa yg kau butuhkan

Kuturuti apa yg kau inginkan..

kenapa.. Hai manusia..

Hancur sudah aku binasa

Habis ikan-ikan itu tak bersisa

Memang keuntungan yg kau rasa

Tapi sadarkah kau kalau itu hanya sementara??

Kalau ombak datang aku ikhlas menjadi perantara

Tak sedikitpun kubiarkan kau dihantamannya

Tak kuizinkan kau disentuhnya

Tak rela aku melihat kau dilukainya

Tapi tamat sudah, Hai manusia..

Aku masih ingin berharga

Namun nyatanya sama sekali tak diharga

Terlunta..

Dan ketika limbah polusi itu nyata

Membaur bersama kami

Dan ikan-ikan pun berlari

Sedih..

Karena aku jd sendiri

Dan yg tak sanggup melarikan diri

Terpaksa mati berdiri

Dan tertelanlah SAMPAH-SAMPAH KALIAN oleh mereka

Dan matilah mereka karena lambung tak mampu mencerna

Dan masih dapat tertawakah kalian hai, Manusia

Melihat kami tak lagi bernyawa

Keruh.. Hitam.. Legam airnya..

Tak lagi putih pantainya

Sampah mengapung dengan erotisnya

Memperlihatkan segala bentuk "keindahan", "kebersihan", dan "kesuciannya"

Dan kami tak sanggup lagi tertawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar