Selasa, 22 Desember 2009

..Sepeda..


Pecundang ..

Pecundang seperti seorang yg naik sepeda


"Bungkuk ke atas, tendang ke bawah.."(Wayang dan panggilan manusia:95)

Apa maksudnya??


Coba saja naik sepeda..

Kumbakarna-Wibisana


Ketika Kumbakarna memilih untuk membela saudaranya, Rahwana ketimbang membelotnya.. Berada di sisi tokoh protagonis Rama beserta dengan adik nya, Wibisana, yg akhirnya lebih memilih sisi baik kehidupan dg tokoh yg sebelum nya jd lawan mainnya.. Apakah kita masih bisa menyalahkan Kumbakarna atas pilihannya? Apakah kita bisa berkata bahwa "bodoh" sang Kumbakarna tetap berada di pihak Rahwana? Apakah kemudian ia bukan seorang ksatria, yg dielu penikmat wayang karena apik budi ne? Lalu bagaimana dg Wibisana? Masih baik kah dia dengan segala penghianatan ia pindah tangan.. Tau bahwa Rama lah yg akan menang. Seolah Pak Dalang membisiki nya skrip sebelum penonton bertandang.. Ahh.. Sebuah sisi kehidupan yg penuh pilihan bukan?! Ketika kau memutuskan untuk berada di mana engkau berjalan.. Sebuah intuisi yg nyala-padam yg tak jarang membuat mu hilang tujuan. Jalan di depan tak lagi jd mudah di pilih dan tiba-tiba saja banyak cabang. Dan jangan buru-buru menghujam sebilah belati tajam di dada Kumbakarna hanya karena ia memilih untuk tetap di sisi Rahwana. Seolah ia membela yg batil dan memerangi yg hak. Bukan!! Coba lah kau tilik siapa Kumbakarna. Buto cakil yg halus perasaan nya.. Bertapa untuk memersiapkan dirinya yg memang ia tau harus mati di seberang sana. Ketika sebuah palu godam kebenaran menghajar habis raganya. Ingat suatu kutipan yg tak bisa kita menahan bahwa ia tetap seorang ksatria.. Ia hanya mencoba untuk setia pada saudaranya. Pantaskah seorang ksatria berkhianat?! Prinsip ini yg mungkin dipegang teguh oleh buto cakil yg halus perasaan nya. Walau ia dari awal tak sependapat dg Rahwana, tp toh tetap dibela nya saudara laki-lakinya. Sebuah prinsip.

Dan Wibisana.. Layak kah pula jika kita menjudge ia bukan ksatria perkasa yg tidak seperti Kumbakarna, lebih memilih untuk pergi pada tuan baru nya, Rama?? He.. He.. He.. Mungkin saya lebih senang mengatakan bahwa seorang yg bijak tidak akan berfikir demikian. Sederhana. Wibisana hanya mengikuti kata hatinya dan lagi-lagi.. Sebuah pilihan..


Dua buah mata koin yg berlawanan.

Sabtu, 19 Desember 2009

Kipas Angin


fwung..fwung..fwung..

fwung.. fwung.. fwung..


"Suara apa sih itu? Bising benar.."


fwung.. fwung.. fwung..


fwung.. fwung.. fwung..

"Aduh.. Aku kegerahan nih.. Udara di kota ini benar-benar panas.. Lengket pula.."


fwung.. fwung..


"Hey, di mana aku bisa dapatkan kesegaran?? Kepalaku sudah pusing nih.."


fwung.. fwung..


"Ah.. Segar benar dekat sini.."

fwung..

"Hm.. ya.. nyaman nya.."


fwung..


"Aaaaaah... jangan mati!!"


fwung.. PET!

"Hyaaaaaaaaaaaaaaah...."


*Terinspirasi dr tingginya ketergantungan akan kipas angin di kamar karena suhu kota yg semakin panas saja..

Jumat, 18 Desember 2009

evolusi seonggok daging


aku heran.. masih saja semuanya tak terbuka.. selalu ada yg ditutupi.. kenapa?

aku heran.. hobi nya adalah terus berbicara tanpa peduli apakah mereka mau mendengar atau tidak..

aku heran.. aku pembandel yg tak pernah bisa diluruskan.. malah bengkok lagi-bengkok lagi.. seorang pembelot sejati yg munafik..

aku heran.. ia hanya memandang dg tatapan tajam menghujam ke dalam.. seperti akan menelan bulat-bulat.. mengoreksi setiap gerak juga gerik ..


aku tak tahu.. nampaknya menyedihkan melihat beliau.. selalu merasa beliau diindahkan.. walaupun selalu sakit melihat air mukanya yg kekanakan


ah.. betapa bukan yg terbaik.. dan palsu..

aku tak tahu kenapa masih bisa bertahan.. semua nya benar-benar berdasarkan rasio.. semuanya benar-benar dg pemikiran-pemikiran yg sesuai aturan dan mungkin tidak mau menjadi memalukan..

aku tau.. selalu.. apa aku yg salah? lagi kah?! cukup!!
dengar.. aku benar-benar ingin bersuara, tapi kering jadinya.. hanya tatapan mata yg terbesit dan bodohnya selalu berharap semua orang akan mengerti hanya dengan melihat benda itu lebih dalam.. Hello.. memang nya siapa yg mau memperhatikan?! mungkin.. aku yakin. tapi hanya beberapa orang saja.. heuh.. aku rindu cara nya menatap semua.. mata itu begitu membuatku mencari segala tanya.. dan aku suka itu kau tau?! sekarang, aku akan berusaha memperbaikinya.. pelan.. gampang kah?! sangat amat menyadari tidak!! tapi kemarin itu aku sama sekali baru saja mencoba dan agaknya aku perlu error banyak.. yea.. error banyak, baru bisa.. aku tau kan siapa diri ku..

baiklah.. aku hanya seonggok daging yg bernama, tapi aku mau jg sepenuhnya manusia yg bermakna.. Maslow..

Jumat, 11 Desember 2009

Air Terjun Pengantin




















Parah! Payah! Heuh.. Nggak berkualitas banget d tu film.. Hm.. mungkin mang tujuan awalnya mang bener-bener untuk "hiburan" x y?! Nggak di cap porno grafi y itu?? Belom apa-apa udah ngumbar yg nggak penting. Hello.. Peduli amat gw ma payudara nya Tamara yg menyembul sempurna dr balik kutangnya *Euh.. silahkan cap saya sebagai orang yg terlalu fulgar. Habis mau digambarin gimana lagi?! Lalu.. Bangga banged kayaknya mereka baring-baringan di pantai itu.. *Berasa lg liat pemotretan model bikini. Dan sekali lagi.. Well.. Emang awalnya cuma pengen tau aja c film nya kayak apa.. Jd saya nggak akan menyalahkan sutradara pembuat film atau pemainnya lah.. Lha wong itu pilihan saya toh?! Ya.. Ya.. Saya tau itu pasti ko'.. hanya berkomentar. Tidak salah toh?! Atau setelah ini saya bakal dijebloskan penjara karena kritik yg nggak penting(sebenarnya)*Cuma untuk kepuasan pribadi dan mengeluarkan opini.

Yeah.. balik lagi..

Teriaknya kurang lepas*Setuju ma opini temen yg sama-sama nonton ketika dia berkomentar.

Dan lagi.. Semua pemain jaim. Masa' dibantai dg kejam gitu masih bisa milih mimik muka ganteng dan cantik dengan mengatupkan mata dengan sempurna dan indah. Kenapa nggak menbelalak aja biar tambah dramatis?!

Dan darahnya cepet kering y..?! Padahal luka pembantaian nya parah-parah lowh.. heheu.. jd lucu ngeliatnya*padahal mah tetep tutup mata.. Hehe..


Yah.. Begitu lah.. Kurang aja c menurut ku..

Well tp nggak ada salahnya jg c nonton(kalo pengen tau mah..) Heu..*nggak konsekuen gt gw.. :p

Bodo'ah!! He.. :D


Sabtu, 05 Desember 2009

Makhluk Sombong


Saat makhluk Mu berkata sombong seolah banyak ilmu sudah ia punya.. Akankah Kau akan memaafkannya?? Dan argumen-argumen yang keluar dari mulutnya kemarin.. Semua hanya terka belaka. Tak ada yg pasti karena terbatas ilmu. Menjadi malu saat menyadari, betapa bodoh namun berani aku menimpali.. Namun terimakasih Tuhan.. Karena sedit dapat aku terima setudaknya adil menurutku. Dan memang terbukti kalau Kau adil.. Y kan?! :)

Mom'


Ibu..

Ternyata begitu y.. Kau selalu begitukah waktu itu?? Dengan terbatasnya waktu kau bagi dan mungkin lebih banyak untuk kami. Namun tetap menjadi sosok yang keren saat kau mampu meng
handle semuanya. Pulang siang membawa makanan untuk menjaga kami lebih lama.. Tak masuk kerja untuk merawat kami saat sakit. Sebuah pengorbanan yg aku tau tak akan mungkin terbayar oleh apapun..


Menjadi tak ramai tanpa mu.. Love u.. ^3^

Sabtu, 28 November 2009

Jazz guy.. :)

Hey, aku rindu kamu, pujaan ku..

Seperti menari sampai tak sadar diri..

Dan lagu itu mengalun dengan irama Jazz..

Lagu yang selalu mengingatkan ku pada mu..


Selalu..

Kamis, 26 November 2009

Dulu



Dulu.. Aku selalu berusaha..

Dulu.. Aku selalu menjadikan diriku kamu..


Dulu.. posisi ku posisi mu..


Lalu kenapa bisa hilang dulu itu?


Apakah yang dulu hanya masa lalu ku??


Aku sangat ingin yang dulu itu sekarang juga


Aku ingin merasakan tawa bersama nya saja


Aku ingin menatap, melihat raut muka ceria nya, usahanya, lelucon nya, kenakalannya.. Ah..

Dan semua yang ada padanya..


Aku rindu dia..


Aku rindu semua..


Yang dulu..

Rabu, 25 November 2009

a confession



GOD.. Some day, if it is possible, just give me a chance to be close to you then tell me how's life. Tell me how to face it. Tell me how to handle it.. Because GOD.. I am now have been loosing my way, loosing my purpose, loosing my power, loosing my confidence, loosing my ability, I feel that I've been loosing all that I have..

GOD.. I really want to meet YOU. It doesn't mean that I will be rude to YOU, but GOD.. I really do.. just hug me, GOD.. I need Your warmth, I need a secure, I need a peace..
When there's nobody whom I could believe can help me to, at least, lessen my problem, I really sure that YOU could..

GOD please promise me that YOU would never leave me.. Thx, GOD..

With all my rude,



Love YOU

Selasa, 24 November 2009

Keluh seluruh


Ssst.. Pohon-pohon berbisik pada ku "Kenapa manusia menebang ku?"

Hewan-hewan protes "Kenapa manusia tamak memburu kami?"

Maha agung gunung bersajak tentang kenapa manusia menggerusnya.

Hutan-hutan mengerang kepanasan. Katanya "Jangan bakar aku lagi!"

Samudra mengoyak karang sembari curhat colongan "Manusia menguras habitat ku, aku di bom nya sana-sini, permata ku di curinya. Rusak sudah karang-karang indah, selir-selir ku nan elok. Parah!!"

Langit batuk-batuk. Katanya sudah lama ia kena penyakit pernapasan. Terlalu banyak udara kotor, Angin selalu membawa asap hitam yg mengepul.

Akhirnya dunia dengan acuh berkata "Sabar saja.. Nanti juga mereka yang merasa.."

Kamis, 19 November 2009

malam dengan sedikit embun


Mungkin embun hanya dapat menetes kala pagi namun malam larut begini mengapa tetesan bening itu mengalir juga. Begitu cepat meluncur. Hanya memberikan sedikit kelegaan.

Dalam barisan hitam itu aku mendapatkan kelegaan
. Dalam barisan hitam itu sesak juga ada. Dalam barisan hitam itu ada cemerlang Aku tau.. Memang begitu barisan hitam itu disusun. Sangat briliant.

Rata Penuh Malam ini hujan memang turun dan kabut juga. Aneh kan?! Satu suara yg kurindukan.. Mungkin kepik berbaik hati merayap pada daun kering dan besok ia sudah tidak akan ada di situ lagi. Begitu dinamis.. Bulu2 ringan itu menggelepak. Patah. Dan tak mampu tuk membentang. Akan kah Tuhan akan mengganti nya dg yg baru? Dg sayap yg tak rapuh misalnya.. Dan sekarang hanya menikmati riak air kecil2 yg sesekali tenang namun jd bosan..

Dengan kuncup mawar hitam di tangan nya, ia menoleh. Memberikan ekspresi wajah murung mengerikan kesepian..

Rabu, 18 November 2009

evil's message


A half dark evil saw the sky. Stare into the rain falling on to the earth. With a melancholy face keep watching on those falling water. How could water fall on to the earth? Is there a source top there? Or my eyes have disordered? Who creates that thing? And why do I just could see from the bottom?? Could I go there and check it by myself? Why? And there always something appears after it. Rain and the thing that always makes human smile while watching it decorates sky. What it is name?

Rainbow answers his question. "Poor you, Dark half evil.. Let me tell you that I create by Him are really to make human smile, because not all of them happy with the falling rain. He wants to present happiness after the sadness. And it is fair, right?! So do you and your partner, Angel."

Half dark evil: "You mean that I’m not carrying the happiness for human?? So what for do I created? I am useless.. I want to give human happiness either, Rainbow.. Could I?"

Rainbow: "I'm sorry, Evil, but you couldn't.."

Half dark evil: "But why??"

Rainbow: "You are created to make the confusion. I’m sorry, but you are.."

Half dark evil are crying after hearing Rainbow telling such thing to him. "How could it happen? Am I not enough kind for human to give them a smile? I do really want to do that, Rainbow.."

Rainbow: "Just accept your destiny, so you could receive yourself wise. You know GOD is always right. He never does any mistakes. We whom create in this world are useful and contributed each other. Don’t ever regret your life, Evil, because you are part of us. You are His creature works in the left side with some important job descriptions, helps GOD to filters human kind. You color the life. Just thank for yourself whatever you are."

Evil thinking, then he smiles and thanks to the Rainbow with her explanation, then “Wush!!” He goes. As the truth evil and left a massage in the air.

“Watch out, human!! I’m ready to do my job… Be ready, Angel.. We will have a Beatle. “

saat ini..

saat ini.. sepertinya tak ada yg bisa ku tulis
tak ada yg bisa kurangkai
tak ada yg bisa ku rasa
hanya hampa

saat ini.. seperti bukan saatnya
bukan masa nya
bukan kala nya

saat ini aku merasa
begitu banyak yg aku tak kuasa melakukanya
semua. salah...
aku hanya pecundang kelas teri yg bahkan menampakkan bau nya pun malu

saat ini.. memang bukan saatnya kau tau?!
aku benci!! seperti hanya seperti ini saja. selalu..
dan kenapa?! Akh!! tak bisa kah aku keluar dr cangkang?!
bisa, tp jd kura2 yg masuk lg saat disentil ujung hidung nya..
payah!! pengecut!
dan pembohong..
intinya kau munafik

saat ini.. bisa kah kau lebih penting sedikit sj??
saat ini.. aku tak bisa berkata.. berkarya juga..

Sabtu, 14 November 2009

dialog komentar pujangga besar *ambigu



"Sudah malam..."

"Lalu??"

"Tak ada.."

"Butuh teman??"

"Tidak juga.. lebih suka di sini menatap langit.."

"Hati-hati ditemani demit.."

"Haha.. O,ya?! Hm..."

"Seolah tak peduli begitu. Apa yg kau rasa?? Kenapa wahai manusia??"

"Tak apa.. Aku baik-baik saja.. Memang nya nampak seperti apa aku ha?! Menyedihkan??"

*Geleng-geleng

"Menyanyikan sajak puisi keheningan.. Keren kan?!"

"Dia nampak sama.."

"Ha?! Masa'?! Dari segi apa?? Dilihat dari mana, Jiwa??"

"Tulisannya.. "a rebel" nampaknya.."

"Hehe.. That's cool, right?! Aku suka pemberontak.. Punya pendirian.. Tak seperti kebanyakan orang.."

"Yea!! dan menyimpang.."

"Menyimpang karena nggak seperti kebanyakan.. Minoritas selalu diasingkan.. Percaya??"

"He-eh.. Tapi... dia memang mirip.."

"Aku??"

"Ya.."

"Kenapa??"

"Hm.... Kau tau lah.. Sudah kau baca sebagian karyanya bukan?!"

"Ya.. Lalu.. Menurut mu itu baik??"

*Berfikir. "Aku tak tau itu baik atau buruk.."

"Menurut ku baik-baik saja.. Tapi sedikit menghawatirkan.. Selalu penyimpangan.. Apa mereka mau menerimanya??"

"Buktinya, karyanya besar. Ia jadi terkenal.."

"Tapi bagaimana dg hidupnya?? Apa ia bahagia?? Jangan-jangan dia atheis.. Haha"

"Ah?! Masa?! Tapi .. Tak menutup kemungkinan jg sih.."

"Yea.. Itu kan perkiraan ku saja.. Seperti.. Menyesali kehidupan"

"Nah!!"

"Hehe.. Ya sudah begitu saja.. Dan ia begitu sensitif"

"Mungkin kau akan seperti dia??"

"Mau, dengan lahir karya-karya besar, tp ingin bahagia..":)

"Semoga, Kawan ku.. Masih mau di sini menatap langit??"

"Ya.."

"Tak ada apa-apa hanya gelap yg tersisa"

"Akan kubuat ada"

"Ada yg tiada pd tingkat yg paling tinggi, Kawan??"

"Ya.. Pasti.."

"Oke!! Hm.. Masih mau di sini??"

"Iya.."

"Awas nanti ditemani demit.."

TEROPONG MEMORI YG TERSISA *AMBIGU


Dari teropong memori itu aku mengintip

Dengan embun yg menetes perlahan dari ilalang yg tumbuh subur tak beraturan membuat kabut enggan turun perlahan

Dari teropong memori itu aku mengintip

Sepi di sana belum ada juga aktivitas di pagi-pagi buta. Memang begitu juga biasanya, tp itu dulu, Kepik..

Hanya tinggal serpihan-serpihan memori yg tertinggal tak lagi berarti

Meninggalkan jejak yg tak lagi ditelusuri

Memori itu tinggal di sana. Di simpan di dalam peti tua karatan yg entah kuncinya ada di mana

Aku telah menelannya bulat-bulat kau tau?!

Dan jika hendak membukanya maka harus kau belek dulu perut ku dan kunci emas itu ada di sanakah?!

Belum tentu..

Orang gila yg satu matanya tetap mengintip pada satu binocular kecil..

Aku mengintip serpihan memori itu, namun hangus lah jd debu..

Ah...Apa lg yg mau ku intip kalau begitu??

Angin membawa serpihan memori itu bersama dengan gugurnya daun-daun kering kecoklatan..

Mau kutangkap tak berhasil..

Hey, tenang saja.. Aku toh sudah menyimpannya dalam peti...

Dan dari teropong memori itu aku mengintip.

13 Nov 2009

Sepakat kalau dunia ini seimbang. Dari keparadoks-an kita tau. Selalu ada hitam di balik putih, jelek dibalik baik, noda dibalik suci.

Maksudnya bukan menjelakan sesuatu yg baik, tapi justru memperlihatkan bahwa memang selalu ada sisi jelek di balik sisi baik. Ehm! kurang tepat!! mungkin begini saja, yg lebih dapat diterima semua adalah jika saya katakan bahwa selalu ada kekurangan dari sebuah kesempurnaan. Hanya yg "ada" pada tingkat mutlak lah yg sempurna, tidak bercacat bukan?! Jadi sepakat kah untuk sebuah keseimbangan. Bahwa yin dan yan, malaikat dan setan, kanan-kiri, cantik-jelek, dll merupakan anugrahNya untuk lebih saling menghargai, untuk jd lebih bijak, untuk jd lebih lapang, untuk jd lebih mawas, karena memang seimbang. Balance ..

Seimbang. Balance. Selesai .....

a damn excuse


Kalau kau berdiri, aku jongkok

Kalau kau mendongak, aku tunduk


Mata mu cemerlang, aku hanya buram

Lidah mu lincah, kelu punya ku


Pikiran mu bak lampu 35 watt. Cemerlang kau tau?! Dan aku hanya 5 yg nyala-mati


Langkah mu saja bak kuda yg dengan gagah nya maju ke medan laga, sedang aku hanya keledai pecundang yg selalu di belakang lawan


Kalau kamu pemimpin, aku cuma pengikut


Dan kau masih bisa tanyakan pada ku kenapa aku tak mau jd Ratu ?!

hilang tak hilang


Semua nya jd terlihat jelas

gambaran itu terefleksi lagi di pikiran ku


di mimpi-mimpi sialan itu


Bayangkan lah!!


Aku sudah tak mau mengingatnya


Susah payah aku hapus semuanya


tapi muncul lagi.. muncul lagi..


Dan setiap bangun, mata ku jd selalu membelalak
kaget luar biasa

Habis itu semua seperti nyata


membuat tidur ku tak berkualitas saja

Payah!!


Hey, aku baca doa setiap mau tidur

Setan kecil bunga tidur itu masih saja betah mengganggu ku


Dasar
kupret!!


Mungkin memang tak bisa dihapus karena alam bawah sadar ku pun berkata begitu

Aku sangat tidak keren, kau tau?!


Dan tidak ada usaha kah?!

Hay, awas saja kau setan kecil

Enyah lah kau jd daun kering yg jd serpihan kala ku injak

*tp selalu jd daun muda yg tak pernah tua ..